Jumat, 26 Juli 2024

Resik-Resik Masjid Baitul Muttaqin

 

Hari ini, Jum'at 26 Juli 2024 Masjid Baitul Muttaqin Perum Dolog kedatangan tamu-tamu Alloh yang berhati baik. Mereka adalah relawan pembersihan masjid di wilayah Jawa Tengah yang menamakan diri sebagai Team Resik-Resik Masjid. Area relawan pembersihan masjid tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain Semarang, Jepara, Pati DLL.

Team Resik-resik Masjid dalam melakukan kegiatannya untuk pembersihan masijd di manapun di wilayah Jawa Tengah tanpa memungut biaya sepeserpun. Dengan beranggotakan 10 orang mereka melakukan pembersihan masjid Baitul Muttaqin tanpa pamrih, termasuk langit-langit ruang ibadah utama, tempat wudhu, AC dll.

Terima kasih team resik-resik masjid. Semoga amal kalian diberikan balasan ganjaran oleh ALLOH SWT dengan yang lebih baik dan berlipat ganda.

Jumat, 22 Maret 2024

Mengenal Pengarang Doa Kamilin Yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih

Siapa pengarang doa kamilin yang dibaca setelah shalat tarawih? 

Ada yang khas dari sejumlah masjid dan mushala kala Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya ‘doa kamilin’ oleh imam setelah menyelesaikan shalat tarawih. Dan sudah selayaknya, semua mengetahui siapa pengarang dari doa fenomenal tersebut.

Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga termaktub dalam kitab-kitab doa ulama Nusantara. Salah satunya Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah karya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, allahumma yarham, KH Muhammad bin Abdullah Faqih. 

Pada lembar pengantar, sang ayah, KH Abdullah Faqih, mengatakan bahwa doa-doa dalam kitab itu merupakan hasil ijazah dari Kiai Abdul Hadi (Langitan), Kiai Ma'shum (Lasem), Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, dan Syekh Yasin bin Isa al-Fadani.

Rabu, 20 Maret 2024

Kisah Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah RA

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 Asalaamu ‘alaikum wr wb


Jama’ah sholat subuh yang di rahmati Alloh,

Pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk Rasululloh karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi wafat menemui Alloh ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf, apakah karena untuk dirimu ataukah karena Allah ?.” Abu Bakar Ra. hanya terdiam. “Jika engkau membebaskanku karena untuk dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal RA untuk kembali mengumandangkan adzan.

Senin, 18 Maret 2024

Hakikat Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Jama’ah taraweh rahimakumulloh,

Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Berpuluh puluh kali bukan ? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini ? Apakah kita biasa-biasa saja melaluinya ? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya ? Atau bahkan tidak suka ?
Adakah harapan didalam setiap bulan ramadhan ? misalnya : untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi (lebih bertaqorrub kepada ALLOH) ? atau sekedar mengejar pahala untuk masuk surga ?

Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, maka kita harus memahami makna hakikat Ramadhan.

Ada 6 hakikat bulan Ramadhan :
 
1. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhassabah)

Disebut bulan bercermin diri karena didalam bulan ramadhan ini kita semestinya melakukan flash back (melihat ke belakang) bagaimana ibadah kita selama ini. Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang pas-pasan saja (muq_tashid), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan).

Kamis, 14 Maret 2024

Sambutan atas kedatangan bulan suci Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Asalaamu ‘alaikum wr wb

Alhamdulillahi robbil alamin. Asholaatu wassalaamu 'ala asrofil ambiya' wal mursalin, sayyidina Muhammadin wa 'ala ali wa shohbihi wa sallam.

Qola Allohu ta’ala fi kitabihil karim :
Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam, pencipta segala sesuatu. DIA tidak makan dan tidur, Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. DIA ada tapi kita tidak tahu dimana keberadaannya. Dialah yang mengurus alam semesta ini tanpa bantuan dari siapapun. Oleh karena itu sudah seharusnya kita menyembah-NYA dan mengagungkan-NYA.

Jumat, 08 Maret 2024

Kultum Ramadhan 6 juni 2018

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Assalaamu 'alaikum wr wb.

Alhamdulillahi robbil alamin.. asholaatu wassalaamu 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali Muhammad.
Marilah kita tidak henti-hentinya memuji syukur kepada ALLAH SWT atas limpahan rahmad dan hidayah-NYA. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda rasululloh Muhammad SAW.

Jama’ah taraweh yang dirahmati Alloh,

Suatu saat Rasululloh selesai sholat berjama’ah di masjid, kemudian memberi tausiah bersama-sama para sahabat, datang seorang tak dikenal tiba-tiba duduk dihadapan beliau dan langsung bertanya kepada beliau : “terangkan padaku apakah islam itu” lalu beliau menjawab : ”Engkau bersyahadat, kemudian mengerjakan sholat, berpuasa, membayar zakat dan mengerjakan haji ke baitulloh”. “Benar” kata orang itu, “Lalu apakah itu iman”, Nabi menjawab : ”engkau meyakini kepada Alloh, meyakini malaikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA, rasul-rasul-NYA, dan meyakini adanya hari akhir (kiamat) dan meyakini takdir-NYA”. “Benar” jawab orang tersebut. “Lalu kapan hari kiamat akan tiba” Nabi menjawab “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”, lalu orang itu bertanya lagi, “Kalo begitu apa tanda-tandanya”, Nabi menjawab “Jika banyak bermunculan penyanyi-penyanyi wanita dan mengumbar auratnya, dan jika orang-orang arab ajam berlomba-lomba mendirikan bangunan yang tinggi”. Kemudian orang tersebut meninggalkan Rasululloh begitu saja.

Minggu, 28 Januari 2024

Penyerahan Kembali Jabatan Takmir Ke Yayasan

Masa bakti takmir masjid Baitul Muttaqin periode 2019 - 2024 telah berakhir pada tanggal 4 Februari 2024. Sesuai dengan SK Pengurus Yayasan baitul Muttaqin, takmir masjid di angkat dan diberhentikan oleh pengurus yayasan.

Berdasarkan rapat kepengurusan yayasan bersama anggota takmir bersama elemen masyarakat yang telah lalu, disepakati bahwa kepengurusan takmir tidak terlepas dari naungan yayasan, sehingga ketika kepengurusan takmir berakhir, maka mandatori takmir dikembalikan kepada yayasan untuk kemudian dilakukan pergantian atau perubahan yang diperlukan.

Penyerahan kembali mandat kepengurusan takmir kepada pengurus yayasan Baitul Muttaqin

Berdasarkan kesepakatan pengurus yayasan bersama pembina, kepengurusan takmir berubah bentuk menjadi salah bidang kepengurusan yang merupakan bagian organisasi yayasan secara integral. Nama "takmir" kemudian dirubah menjadi "Bidang Peribadatan & Dakwah". Namun fungsi dan tugasnya tidak jauh berbeda dari fungsi dan tugas takmir.

Hal yang dipandang penting untuk dirubah adalah dengan adanya bidang Unit Pengumpul Zakat (UPZ) maka pengelolaan dana zakat, infaq /sodaqoh yang diterima oleh masjid Baitul Muttaqin dilimpahkan kepada UPZ. Hal itu sebagai bentuk pelaksanaan ketentuan UU no.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dari masyarakat yang dikelola oleh Baznas dan pelaksanaannya berdasarkan PP no.14 tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU tersebut.

Rabu, 04 Mei 2022

Surat kaisar Heraclius kepada Nabi SAW

Sebuah kisah menarik tentang surat Heraclius kepada rasululloh :

Diceritakan oleh Abdullah bin Ahmad dan Abu Ya'la dari Said bin Abu Rasyid, katanya: Aku pernah menemui orang Tanukhi (dari negeri Tanukh) yang menjadi utusan Heraklius kepada Rasulullah SAW di Himsh (Syam), dan ketika itu dia seorang yang sudah sangat tua, dan dia tetanggaku maka aku berkata kepadanya:

Kamis, 17 Maret 2022

Masjid Baitul Muttaqin direnovasi

Masjid Baitul Muttaqin Perum Dolog merupakan sarana ibadah yang awalnya disediakan oleh Bulog untuk warga perumahan Dolog kelurahan Tlogosari Wetan Semarang. Masjid ini didirikan tahun 1980 yang kemudian mengalami renovasi 2 kali yaitu tahun 1992 dan 2004.

Renovasi masjid Baitul Muttaqin th 2022

Saat ini masjid tersebut membutuhkan perbaikan lagi karena dibeberapa komponennya seperti kusen jendela dan pintu mengalami keropos. Berkat bantuan dari Baznas kota dan Baznas propinsi, masjid Baitul Muttaqin telah direnovasi secara bertahap sejak tahun 2020 hingga 2022. Perbaikan dan renovasi itu meliputi tempat wudlu, mihrab dan sekarang dinding, pintu dan jendela.

Alhamdulillah, pelaksanaan renovasi kali ini memperoleh dukungan dari masyarakat dan jama'ah dengan sangat luar biasa. baik itu berupa donasi maupun sumbangan tenaga dan pikiran /saran. mudah-mudahan apa yang diberikan oleh masyarakat itu diberikan balasan oleh Alloh SWT dengan berlipat ganda. aamiin...



Kamis, 26 Agustus 2021

Kisah Taubatnya Malik bin Dinar #2

Setelah mendengar nasihat dari orang tua itu, Malikpun terus berlari sehingga dia sampai ke sebuah bukit yang agak tinggi dan akhirnya sampai ke puncaknya.

Ketika dia melihat ke bawah alangkah terkejutnya dia mendapati neraka terbentang luas. Beliau hampir terjatuh ke dalam neraka itu, karena rasa takut dan terkejut dengan ular besar yang senantiasa mengejar dirinya. Kemudian Malik mendengar satu suara yang sangat kuat, menyuruhnya mundur dari tempat itu.

“Wahai Malik, silakan engkau mundur dari sini! karena engkau bukan termasuk ahlinya,” kata suara itu.

Agak tenanglah hati Malik setelah mendengar suara itu, namun jika dia mundur ke belakang, maka didapatinya ular itu belum berhenti mengejarnya. Oleh sebab tidak ada jalan lain lagi, maka Malik terpaksa putar balik ke arah belakang hingga dia bertemu kembali dengan orang tua tadi.

Rabu, 25 Agustus 2021

Kisah Taubatnya Malik bin Dinar #1

Malik bin Dinar pada mulanya adalah orang yang suka melakukan berbagai kejahatan dan kemaksiatan.

Menurut riwayat, Malik Bin Dinar sebelum bertobat adalah rajanya maksiat, semua maksiat yang ada di muka bumi ini kalau di tanyakan ke Malik bin Dinar pasti akan di jawab sudah pernah dia lakukan.

Pada suatu ketika ada seorang bertanya kepadanya, tentang bagaimana dia dapat mengubah kelakuannya yang buruk itu, hingga kemudian menjadi orang yang alim.

Pada mulanya Malik enggan memberitahu, tetapi setelah didesak berkali - kali, akhirnya dia mau menceritakan perubahan dalam kisah hidupnya.

Kamis, 29 Juli 2021

Agar Jangan Ada Yang Mengatakan Keburukan Kaum Muslimin

Ilmu Yg Sudah Jarang Ditemukan Di Zaman Ini
 

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.

Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Minggu, 13 Juni 2021

Kisah Abu Dujanah Menolak Makanan Haram

Rasulullah Menangis Mendengar Cerita Orang Ini.

Pada masa Rasulullah SAW, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai.

Rabu, 17 Februari 2021

Diantar Iblis Pergi ke Masjid

Dialah Abdullah bin Umar bin Syuraih. Karena ia buta sejak lahir, orang-orang memanggilnya Abdullah bin Umi Maktum. Ia tergolong sebagai pemeluk Islam golongan pertama. Abdullah turut menanggung siksaan dan penganiayaan dari kaum Quraisy.

Namun, kekuatan imannya serta kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya lebih agung sehingga ia tidak pernah menyerah sekalipun siksaan kaum Quraisy kepadanya begitu sadis.

Di balik kebutaannya, Abdullah tetap rajin memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu tentang Islam. Bahkan sekalipun ia buta, ia tidak pernah meninggalkan shalat berjama’ah di Masjid.

Hingga tiba pada suatu waktu, Abdullah datang menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. la ingin meminta izin pada beliau untuk tidak menghadiri jamaah shalat Subuh lantaran tidak ada yang menuntunnya ke masjid.

Selasa, 17 Maret 2020

Permasalahan Fikih Terkait Corona

Oleh: Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA

Baru-baru saja WHO menyatakan bahwa virus corona (covid 19) telah meningkat derajat penyebarannya dari wabah menjadi epidemi dan akhirnya sekarang menjadi pendemi. Yaitu penyebarannya sudah internasional, dan negara-negara internasional gagal dalam membendung penyebaran tersebut. Dan telah mencapai lebih dari 100 ribu kasus hingga saat ini, dan kematian telah mencapai ribuan. Yang menjadi spesifik dari covid 19 adalah penyebarannya yang begitu cepat dan begitu mudah, berbeda dengan virus-virus yang sebelumnya. Dan qodarullah kota Jakarta tercinta telah terjangkiti wabah covid 19, dan setiap hari semakin banyak yang terjangkiti.

Rabu, 01 Januari 2020

Kronologis Hilangnya Hari Ahad

Alkisah; Sebelum Tahun 1960, Tak Pernah Dijumpai Nama Hari Yang Bertuliskan "MINGGU" Selalu Tertulis Hari "AHAD".

Begitu Juga Penanggalan di Kalender Tempo Dulu,

Masyarakat Indonesia Tidak Mengenal Sebutan "Minggu".
Kita Semua Sepakat Bahwa Kalender Atau Penanggalan di Indonesia Telah Terbiasa Dan Terbudaya Untuk Menyebut Hari "AHAD" di dalam Setiap Pekan (7 hari) Dan Telah Berlaku Sejak Periode Yang Cukup Lama.

Minggu, 01 Desember 2019

Cara Rasululah SAW Taklukan Ekonomi Yahudi

Oleh: Dr. Tiar Anwar Bachtiar

Hijrah Rasulullah Saw. dari Mekah ke Madinah menandai awal baru sejarah dakwah Nabi Saw. Di Mekah selama 13 tahun ibarat kawah candradimuka yang menempanya bersama para sahabat dengan kegetiran dan kepahitan. Sepuluh tahun berikutnya di Madinah Rasulullah mulai menapaki kemenangan demi kemenangan dakwah hingga sampai pada kemenangan terindah Fathul Mekah pada tahun ke-8 hijrah.

Senin, 11 November 2019

Kisah Rasululloh #ﷺ 42


اَاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Bertani dan Berdagang
 
Pada awal kehidupan mereka di Madinah, kaum Muhajirin benar-benar mengalami masa yang sulit. Sampai suatu hari, pernah paman Rasulullah ﷺ, Hamzah bin Abdul Muthalib, datang kepada beliau dengan perut lapar sambil bertanya kalau-kalau Rasulullah ﷺ punya sesuatu untuk dimakan.

Berdagang adalah salah satu pekerjaan yang banyak dikuasai kaum Muhajirin. Abdurrahman bi Auf yang sudah dipersaudarakan Rasulullah ﷺ dengan Sa'ad bin Rabi pernah ditawari Sa'ad separuh hartanya. Namun, Abdurrahman menolak pemberian itu. Ia hanya minta ditinjukkan jalan ke pasar. Di sana, mulailah Abdurrahman berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak terlalu lama, berkat kepandaiannya berdagang, Abdurrahman bin Auf berhasil meraih kekayaannya kembali. Dapat pula ia menikahi dan memberikan mas kawin kepada seorang Muslimah dari Madinah. Sesudah itu, Abdurrahman bin Auf pun memiliki kafilah-kafilah yang pulang dan pergi membawa barang perdagangan.

Selain Abdurrahman, banyak pula kaum Muhajirin yang melakukan pekerjaan serupa. Begitu pandainya penduduk Mekah berdagang sampai orang mengatakan bahwa dengan perdagangan, orang Mekah dapat mengubah pasir menjadi emas.

Minggu, 10 November 2019

Kisah Rasululloh #ﷺ* 41

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Tempat Rasulullah ﷺ Menginap
 
Semua keluarga di Yatsrib berebut menawarkan diri menjadi tuan rumah kepada Rasulullah ﷺ. Semuanya ingin agar Rasulullah ﷺ bersedia tinggal di lingkungan mereka. Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa jika ia menentukan pilihan, keluarga yang tidak terpilih akan malu dan kecewa. Karena itu, beliau memasrahkan pilihan itu kepada Allah ﷻ. Dengan halus, beliau berkata kepada semua kepala keluarga,

"Biarkanlah untaku ini berjalan karena ia diperintah oleh Alloh dan akan berhenti ditempat yang Alloh kehendaki."

Kaum Muslimin mengikuti Al Qushwa yang berjalan perlahan-lahan. Di suatu tempat milik dua orang anak yatim, unta Rasulullah ﷺ itu berhenti dan merebahkan perutnya ke pasir. Rasulullah ﷺ mengajak Al Qushwa berjalan lagi. Namun, tidak lama kemudian, ia kembali ke tempat semula dan merebahkan perutnya lagi ke pasir.

"Inilah tempat kediamanku, in syaa Allah," demikian sabda Rasulullah ﷺ. Kemudian, beliau berdoa empat kali,
"Ya Allah, semoga Engkau menempatkan aku di tempat kediaman yang diberkahi dan Engkaulah sebaik-baik yang memberi tempat kediaman."

Sabtu, 09 November 2019

Kisah Rasululloh #40


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Shalat Jum'at Pertama
 
Rasulullah berangkat dari Quba pada Jum'at pagi. Beliau diiringi para sahabat Muhajirin dan Anshar. Sebagian berkendaraan, sebagian lagi berjalan kaki. Ketika waktu shalat Jum'at tiba, Rasulullah tengah melewati Wadi Ranuna. Tempat itu dekat dengan perkampungan Bani Amr bin Auf. Rasulullah berhenti dan mendirikan shalat Jum'at bersama para sahabatnya. Itulah shalat Jum'at pertama yang didirikan Rasulullah.

Dalam shalat itu, Rasulullah berkhutbah,

"Wahai seluruh manusia hendaklah kalian mengerjakan amal kebaikan demi kalian sendiri. Sungguh kalian mengetahui, demi Allah, sesungguhnya akan datang suatu hari ketika salah satu dari kalian dikejutkan oleh suara gemuruh, sehingga ia akan melupakan harta apa pun yang dimilikinya. Pada hari itu, Allah akan berfirman kepadanya langsung tanpa ada yang menerjemahkan dan menghalang-halangi. Firman-Nya, "Tidaklah telah datang seorang Rasul kepadamu lalu ia menyampaikan ajaran kepadamu dan Aku telah memberikan harta kepadamu serta Aku telah memberikan banyak karunia kepadamu. Namun, semua itu kamu gunakan untuk dirimu sendiri."

"Saat itu, ia akan melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi tidak melihat apa pun. Namun, ketika melihat ke muka, ia akan menatap Neraka Jahanam. Siapa pun yang dapat menjaga wajahnya dari bahaya api neraka, walaupun dengan separuh kurma, hendaklah ia banyak menyebut kalimat thayyibah karena kalimat thayyibah itu adalah sesuatu yang indah yang akan diberi balasan sampai tujuh ratus kali lipat. Keselamatan dan rahmat Allah serta barokah-Nya semoga dilimpahkan atas kamu dan atas Rasulullah."